Feeds:
Tulisan
Komentar

Sejarah musik klasik Barat

Zaman Pertengahan

(476 – 1450)

Zaman Renaisans

(1450 – 1600)

Zaman Barok

(1600 – 1750)

Zaman Klasik

(1740 – 1830)

Zaman Romantik

(1815 – 1910)

Abad ke-20

(1900 – 2000)

Abad ke-21

(2001 – sekarang)

Zaman Renaisans

Musik Renaisans adalah musik klasik yang digubah pada Zaman Renaisans, sekitar tahun 1450 sampai dengan 1600. Penentuan batas awal zaman musik ini sulit dilakukan karena tidak terdapat perubahan besar dalam musik pada abad ke-15, selain juga bahwa musik dalam perkembangannya mendapatkan ciri-ciri “Renaisans” secara bertahap. Zaman ini berlangsung sesudah Zaman Pertengahan dan sebelum Zaman Barok. Beberapa komponis dari zaman ini adalah Giovanni Pierluigi da Palestrina, Orlande de Lassus, dan William Byrd.

Zaman Barok

Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok (Baroque), kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Zaman ini berlangsung sesudah Zaman Renaisans dan sebelum Zaman Klasik. Sebenarnya, kata “Barok” itu berarti “mutiara yang tidak berbentuk wajar”, sangat pas dengan seni dan perancangan bangunan pada era ini; kemudian kata ini juga dipakai untuk jenis musik itu. Beberapa komponis Zaman Barok adalah Claudio Monteverdi, Henry Purcell, Johann Sebastian Bach, Jean-Philippe Rameau, George Frideric Handel, dan Antonio Vivaldi. Pada jaman tersebut, piano belum ditemukan, dan komposisi dikarang untuk hapsicord. Partitur musik di jaman Barok ditandai dengan tidak adanya iringan atau polifoni. Karya JS Bach untuk hapsicord lazim mempunyai dua melodi atau lebih untuk tangan kanan dan tangan kiri.

Musik Barok lazimnya hanya mencerminkan satu jenis emosi saja. Dibanding dengan Musik Klasik dan Romantik, musik Barok jarang mempunyai modulasi atau rubato. Untuk komposisi piano, pedal jarang digunakan saat memainkan musik Barok.

Zaman Klasik

Zaman Klasik atau Periode Klasik dalam sejarah musik Barat berlangsung selama sebagian besar abad ke-18 sampai dengan awal abad ke-19. Walaupun istilah musik klasik biasanya digunakan untuk menyebut semua jenis musik dalam tradisi ini, istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut musik dari zaman tertentu ini dalam tradisi tersebut. Zaman ini biasanya diberi batas antara tahun 1750 dan 1820, namun dengan batasan tersebut terdapat tumpang tindih dengan zaman sebelum dan sesudahnya, sama seperti pada semua batasan zaman musik yang lain. Zaman klasik berada di antara Zaman Barok dan Zaman Romantik. Beberapa komponis zaman klasik adalah Joseph Haydn, Muzio Clementi, Johann Ladislaus Dussek, Andrea Luchesi, Antonio Salieri dan Carl Philipp Emanuel Bach, walaupun mungkin komponis yang paling terkenal dari zaman ini adalah Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven. Ciri Musik Pada Zaman Klasik :1. Menggunakan peralihan dinamik dari lembut sampai keras atau (cressendo)dan dari keras menjadi lembut(decrssendo). 2. Perubahan-perubahan tempo dengan percepatan atau (accelerando) dan perlambatan(ritardando). 3. Hiasan / ornamentik diperhemat pemakaiannya. 4. Pemakaian akord 3 nada.

Zaman Romantik

Zaman Romantik dalam sejarah musik Barat berlangsung dari sekitar awal 1800-an sampai dengan dekade pertama abad ke-20. Zaman ini berlangsung sesudah Zaman Klasik dan sebelum Zaman Modern.

Musik Zaman Romantik dikaitkan dengan Gerakan Romantik pada sastra, seni, dan filsafat, walaupun pembatasan zaman yang digunakan dalam musikologi sekarang sangat berbeda dari pembatasan zaman ini dalam seni yang lain (yaitu 1780-an sampai dengan 1840-an).

Beberapa komponis dari zaman ini adalah Franz Schubert, Johann Strauss, Sr., Felix Mendelssohn, Frédéric Chopin, Robert Schumann, Richard Wagner, Giuseppe Verdi, Hector Berlioz, dan Johannes Brahms.

Judul :

Meniti Jalan Lain – Pengalaman Malaysia Menghadapi Krisis Ekonomi

Judul Asli :

The Malaysian Experience in Financial – Economics Crisis Management

Penulis :

Martin Khor

Penerjemah :

Bonar Saragih

Penerbit :

INSISTPress, Yogyakarta

Tebal :

68 halaman

Tahun Terbit :

Maret 2008

Dalam mewujudkan visi Malaysia 2020, yaitu sebagai negara maju dan masyarakat yang modern, sepertinya Malaysia konsisten dengan cita-cita tersebut. Hal ini terlihat dengan kesungguhan para pembuat kebijakan negara serta kecerdasan merumuskan strategi penyelesaian krisis guna membangun fondasi ekonomi yang kuat terutama setelah krisis ekonomi pada tahun 1997. Apa yang diyakini selama ini bahwa visi tersebut akan mengalami kegagalan jika tidak didukung oleh perekonomian yang stabil.

Dalam rentang waktu lima tahun sejak pertama mengalami krisis, Malaysia berhasil memulihkan kondisi perekonomiannya lewat program-program restrukturisasi modal dan hutang perusahaan dalam negeri serta pelaksanaan sistem mata uang dan sistem pengawasan modal yang terbukti mampu menangkis serangan para spekulan mata uang. Pada saat terjadinya krisis, Mahatir Mohamad menegaskan bahwa salah satu kebijakan Malaysia adalah bertujuan meletakkan perintang bagi spekulan dan menyingkirkan para spekulan keluar dari perdagangan mata uang.

Kebijakan-kebijakan ekonomi yang ditempuh Malaysia sangat bertolak belakang dengan pendekatan IMF. Iini berbeda dengan perkembangan ekonomi Indonesia dan Thailand yang malah tidak mengalami perkembangan dan kemajuan setelah mengadopsi kebijakan-kebijakan IMF. Pemerintah Malaysia sejak awal krisis menolak resep-resep yang ditawarkan oleh IMF.

Krisis ekonomi di Malaysia bermula dari krisis keuangan di wilayah Asia dan sebagai dampak langsung dari krisis keuangan di Thailand. Mata uang ringgit terpengaruh oleh krisis ini dengan penurunan kurs begitu tajam yang disebabkan oleh permainan para spekulan. Sektor finansial ini tentu saja berpengaruh kepada sektor riil. Dengan merosotnya kedua sektor ini, pemerintah Malaysia kemudian merumuskan strategi ekonomi yang mantap.

Dalam buku ini, Martin Khor mengatakan bahwa Malaysia sudah memiliki manajemen dan sistem administrasi yang baik, dan inilah faktor yang memberikan kontribusi terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijakan ekonomi. Penulis juga menekankan “satu kebijakan tidak selalu cocok untuk semua keadaan”, namun tidak ada salahnya jika kita belajar dari negara serumpun ini walaupun terkadang dihinggapi sentimen nasionalisme atau bahkan malu mengakui kemajuan-kemajuan yang telah mereka capai selama ini.

Bagian utama dari strategi yang dibuat Malaysia ini adalah mempertahankan aspek-aspek penting dari kebijakan pembangunan nasional yang menyeluruh yang telah dijalankan sebelum terjadinya krisis. Sebagian kebijakan ini telah menjadi komitmen moral dalam kehidupan politik dan sosial ekonomi Malaysia, bahkan kebijakan ini dapat mempersatukan berbagai komunitas etnis yang berbeda di dalam satu kesatuan yang utuh. Maka unsur penting dari strategi Malaysia adalah memastikan bahwa strategi ini dapat mempertahankan berbagai kebijakan nasional.

Timbul pertanyaan, seberapa ampuhkah strategi alternatif yang dijalankan oleh Malaysia ? Sejak tahun 1999, setelah ditetapkannya berbagai kebijakan, pemulihan ekonomi Malaysia berjalan dengan sangat baik dan mengagumkan. Perekonomian yang stabil adalah modal pembangunan suatu negara yang dialokasikan pada berbagai bidang. Ini terbukti dengan berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran dalam artian peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Malaysia. Kemudian kita melihat keberhasilan Malaysia dalam membangun infrastruktur yang mapan.

Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan oleh banyak orang, bahwa gambaran keberhasilan ekonomi Malaysia adalah megahnya kota Kuala Lumpur, KLIA, Sirkuit Sepang, Cyberjaya (multimedia super corridor), Putrajaya, universitas-universitas terkemuka, arus wisatawan asing yang cukup besar, jalan tol (lebuh raya) yang menghubungkan ujung selatan hingga ujung utara negara ini (north-south federal highway) dan sebagainya.

Membaca buku yang ditulis oleh Martin Khor ini, kita diajak menyimak pengalaman negara tetangga kita, Malaysia, keluar dari krisis keuangan yang berlanjut pada krisis ekonomi. Hal ini akan dipaparkan lebih jauh pada bagian akhir dari buku ini beserta kesimpulan. Dari pengalaman ini mungkin kita bisa menerapkannya di Indonesia sesuai dengan kondisi Indonesia sendiri.